ini adalah peletak agama islam, yang saya cari dari beberapa sumber, dan saya susun sedemikian rupa, sebenernya ini tugas sekolah gua, ini buat besok maju di depan kelas . semoga bermanfaat bagi kita semua.
PELETAK DASAR AGAMA
AGAMA
ISLAM
Agama Islam :
Peletak dasar agama
islam adalah Nabi Muhammad Saw (Mekah,20 April 570 – Madinah, 8 Juni 632)
·
Kelahiran
Muhammad SAW
Ayah
Muhammad SAW bernama Abdullah, Abdullah adalah anak dari kepala suku kuraisy.
Ibunya bernama aminah. Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan yatim. Ayah Muhammad
meninggal setelah menikahi ibu Muhammad dalam usia pernikahan 3 bulan yaitu pada usia 20 tahun (riwayat
lain menyebutkan 17 tahun). Ayah Muhammad meninggal dunia dalam keadaan sakit,ada
juga yang menyebutkan Ayahnya meninggal dalam perjalanan dagang di Madinah,
yang ketika itu bernama Yastrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan. Ia
meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak
perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh Nabi.
Nabi
Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah dan bertepatan
tanggal 22 April 571 M, yang merupakan
tahun gagalnya Abrahah menyerang Mekkah. Muhammad lahir di kota Mekkah, di
bagian Selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu merupakan daerah
paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu
pengetahuan.
Peristiwa
kelahiran Nabi Muhammad dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang luarbiasa,
dimulai dengan peristiwa padamnya api “abadi†di kerajaan Persia, hancurnya
sesembahan batu di sana, dan penyerangan pasukan bergajah untuk menghancurkan
Ka’bah, yang di kemudian hari menjadi kiblat baginya dan ummatnya sampai akhir
zaman, namun tentara yang besar ini dihancurkan oleh burung-burung yang
dikirimkan oleh Sang Pemilik kiblat (Ka’bah), karenanya tahun ini dinamakan
tahun Gajah. Nabi Muhammad terlahir
bukan dari kalangan orang yang teramat kaya, belum lagi ia dilahirkan sebagai
seorang yatim.
Pagi
hari setelah kelahirannya,Abdul Muttalib (Sang Kakek) langsung datang ke rumah
Aminah, seminggu Kemudian Abdul Muttalib mengadakan selamatan, dan beliau memberikan
nama Muhammad yang berarti orang yang terpuji.
Menurut
riwayat, setelah Muhammad dilahirkan disusui oleh ibunya hanya beberapa hari
saja, Tsuaibah menyusui 3 hari setelah itu oleh Abdul Munthalib disusukan
kepada Halimah Sa’diyah istri Haris dari kabilah Banu Saad.
·
Masa
kanak-kanak Nabi Muhammad
Di waktu kecil Muhammad
memiliki keistimewaan yaitu badannya cepat besar, umur 5 bulan sudah dapat
berjalan dan umur 9 th sudah lancar berbicara serta umur 2 th sudah
menggembalakan kambing dan wajahnya memancarkan cahaya.
Muhammad diasuh Halimah
selama 6 th. Pada usia 4 th Muhammad didekati oleh malaikat Jibril dan
menelentangkannya lalu membelah dada dan mengeluarkan hati serta segumpal darah
dari dada nabi Muhammad SAW lalu Jibril mencucinya kemudian menata kembali ke
tempatnya dan Muhammad tetap dalam keadaan bugar.
Dengan adanya peristiwa
pembelahan dada itu, Halimah khawatir dan mengembalikan Muhammad ke ibundanya.
Pada usia 6 th nabi diajak Ibunya untuk berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib
dengan perlalanan 500 km. Dalam perjalanan pulang ke Makkah Aminah sakit dan
akhirnya meninggal di Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah.
Pada saat muhammad
berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya ke Yatsrib (sekarang
Madinah) untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Namun
dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah
meninggal dunia di Abwa' yang terletak tidak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan
di sana .
Nabi Muhammad lantas
ditemani Ummu Aiman ke Makkah dan diantarkan ke tempat kakeknya yaitu Abdul
Munthalib. Sejak itu Nabi menjadi yatim piyatu tidak punya ayah dan ibu. Abdul
Munthalib sangat menyayangi cucunya ini (Muhammad) dan Dua tahun kemudian pada usia 8 th 2 bl 10 hari
Abdul Munthalib wafat. Kemudian Nabi diasuh oleh pamannya yang bernama Abu
Thalib.
Abu Thalib mengasuh
menjaga nabi sampai umur lebih dari 40 th. Pada usia 12 th nabi diajak Abu
Thalib berdagang ke Syam (Suriah, Lebanon, dan Palestina). Di tengah perjalanan
bertemu dengan pendeta Bahira. Untuk keselamatan nabi Bahira meminta abu Thalib
kembali ke Makkah.
·
Masa
Remaja Nabi Muhammad SAW
Ketika Nabi berusia 15
th meletus perang Fijar(Perang melanggar Kesucian) antara kabilah Quraisy
bersama Kinanah dengan Qais Ailan. Nabi ikut bergabung dalam perang ini dengan
mengumpulkan anak-anak panah buat paman-paman beliau untuk dilemparkan kembali
ke musuh.
Akibat perang itu
penduduk mekkah menderita terutama rakyat kecil, pada usia 20 Tahun Nabi Muhammad SAW mendirikan Hilful-faadul,
sebuah lembaga yang bertujuan untuk membantu rakyat miskin.
Pada masa remajanya
Nabi Muhammad biasa menggembala Kambing dan pada usia 25 th menjalankan barang
dagangan milik Khadijah ke Syam. Nabi Muhammad SAW dipercaya untuk berdagang
dan ditemani oleh Maisyarah. Dalam berdagang nabi SAW jujur dan amanah serta
keuntungannya melimpah ruah.
Peristiwa tentang cara
dagangnya nabi SAW itu diceritakan Maisyarah ke Khadijah. Lantas Khadijah
tertarik dan mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi agar mau menikah
dengan Khadijah. Setelah itu Nabi memusyawarahkan kepada pamannya dan
disetujuinya akhirnya Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad SAW dengan mas kawin
20 ekor Onta Muda.
Usia Khadijah waktu itu
40 th dan Nabi Muhammad SAW 25 th. Dalam perkawinannya Nabi dianugerahi 6 orang
anak 2 putra dan 4 putri yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum
dan Fatimah. Semua anak laki-laki nabi wafat waktu masih kecil dan anak
perempuannya yang masih hidup sampai nabi wafat adalah Fatimah.
·
Memperoleh
gelar
Ketika
Muhammad berumur 35 tahun, ia ikut bersama kaum Quraisy dalam perbaikan Ka'bah.
Pada saat pemimpin-pemimpin suku Quraisy berdebat tentang siapa yang berhak
meletakkan Hajar Aswad, Muhammad dapat menyelesaikan masalah tersebut dan
memberikan penyelesaian adil. Saat itu ia dikenal di kalangan suku-suku Arab
karena sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga
akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya "orang yang dapat
dipercaya".
Diriwayatkan pula bahwa
Muhammad adalah orang yang percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup
dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong
yang lazim di kalangan bangsa Arab saat itu. Ia dikenal menyayangi orang-orang
miskin, janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan
dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah
membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum
minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai
As-Saadiq yang berarti "yang benar".
·
Mendapat
wahyu dari Allah SWT melalui malaikat Jibril dan masa kerasulan Nabi Muhammad
SAW
Pada
usia 35 th lima tahun sebelum kenabian ada suatu peristiwa yaitu Makkah dilanda
banjir besar hingga meluap ke baitul Haram yang dapat meruntuhkan Kakbah.
Dengan peristiwa itu orang-orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Kakbah dan
yang menjadi arsitek adalah orang Romawi yang bernama Baqum.
Ketika
pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih tentang
siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan perselisihan ini sampai 5
hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi peretumpahan darah. Akhirnya
Abu Umayah menawarkan jalan keluar siapa yang pertama kali masuk lewat pintu
Masjid itulah orang yang memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua pada sepakat
dengan cara ini. Allah SWT menghendaki ternyata yang pertama kali masuk pintu
masjid adalah Rasulullah SAW dan yang berhak adalah Rasulullah.
Orang-orang Quraisy berkumpul untuk
meletakkan Hajar Aswad . Rasulullah meminta sehelai selendang dan pemuka-pemuka
kabilah supaya memegang ujung-ujung selendang lalu mengangkatnya bersama-sama.
Setelah mendekati tempatnya Nabi mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke
tempat semula akhirnya legalah semua. Mereka pada berbisik dan menjuluki
“Al-Amin” yang artinya dapat dipercaya.
Nabi
Muhammad SAW mempunyai kelebihan dibanding dengan manusia biasa, beliau sebagai
orang yang unggul, pandai, terpelihara dari hal-hal yang buruk, perkataannya
lembut, akhlaknya utama, sifatnya mulia, jujur terjaga jiwanya, terpuji
kebaikannya, paling baik amalnya, tepat janji, paling bisa dipercaya sehingga
mendapat julukan Al-Amin dan beliau juga membawa bebannya sendiri, memberi
kepada orang miskin, menjamu tamu dan menolong siapapun yang hendak menegakkan
kebenaran.
Nabi
muhammad sering mengheningkan cipta, bertafakur, dan beribadah di gua yang
benama gua Hira. Pada saat itu ia melihat cahaya yang menerangi gua tersebut
tepatnya pada tanggal 6 Agustus 611, muncul dihadapannya malaikat jibril (Ruh Al-Qudus) menyampaikan wahyu dari allah SWT yang
pertama. Nabi muhammad diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun 6 bulan 8 hari
menurut perhitungan tahun komariah atau 39 Tahun 3 Bulan 8 Hari menurut
Perhitungan tahun Syamsiah. Hal ini di jelaskan dalam surat Al-Alaq ayat 1-5.
Ketika
Nabi berada di gua Hira datang malaikat Jibril dan memeluk Nabi sambil berkata
“Bacalah”. Jawab Nabi “Aku tidak dapat membaca” Lantas Malaikat memegangi dan
merangkul Nabi hingga sesak kemudian melepaskannya dan berkata lagi “Bacalah”.
Jawab Nabi”Aku tidak bisa membaca”. Lantas Malaikat memegangi dan merangkulnya
lagi sampai ketiga kalinya sampai Nabi merasa sesak kemudian melepasknnya. Lalu
Nabi bersedia mengikutinya (Surat Al-Alaq ayat 1-5). QS 96 : 1-5)
Rasulullah mengulang
bacaan ini dengan hati yang bergetar lalu pulang dan menemui Khadijah
(isterinya) untuk minta diselimutinya. Beliau diselimuti hingga tidak lagi
menggigil tapi khawatir akan keadaan dirinya.
Khadijah
menemui Waraqah bin Naufal dan menceritakan kejadian yang dialami oleh Nabi.
Waraqah menanggapi “Maha suci, Maha suci, Dia benar-benar nabi umat ini,
katakanlah kepadanya, agar dia berteguh hati.
·
Rasulullah
Berdakwah
Rasulullah SAW di kala
mengasingkan diri di Gua Hira dengan perasaan cemas dan khawatir tiba-tiba
terdengan suara dari langit, beliau menengadah tampak malaikat jibril. Beliau
menggigil, ketakutan dan pulang minta kepada isterinya untuk menyelimutinya.
Dalam keadaan berselimut itu datang Jibril menyampaikan wahyu yang ke dua yaitu
surat Al Muddatsir (QS 74 ayat 1-7), Dengan turunnya wahyu ini Rasulullah SAW
mendapat tugas untuk menyiarkan agama Islam dan mengajak umat manusia menyembah
Allah SWT.
Orang yang pertama kali
menyambut dakwahnya adalah khadijah, yaitu istri beliau sendiri , menyusul Ali
bin Abi Thalib sepupu beliau yang waktu itu berusia 10 tahun, kemudian Abu Bakar
Ash-Shidiq , lalu menyusun Zaia bin Harisah, bekas budak nabi muhammad yang
telah menjadi anak angkat nabi muhammad dan ummu Aiman, Pengasuh nabi muhammad
ketika ibunya masih hidup.
Setelah itu Abu Bakar
Ash-Shidiq mengajak beberapa orang masuk islam diantaranya :
1.
Utsman Bin Affan
2.
Zubair Bin Awwam
3.
Saad Bin Abi Waqqash
4.
Abdurahman Bin Auf
5.
Thalhah Bin “Ubaidillah
6.
Abu Ubaidillah Bin Jarrah
7.
Arqam Bin Abil Arqam
8.
Fatimah Binti Khathab
Mereka
itu diberi gelar “As-Saabiqunal Awwaluun” Artinya orang-orang yang terdahulu
dan yang pertama-tama masuk Islam dan mendapat pelajaran tentang Islam langsung
dari Rasulullah SAW di rumah Arqam Bin Abil Arqam.
·
Penyebaran
Islam
Sekitar
tahun 613 M, tiga tahun setelah Islam disebarkan secara diam-diam, Muhammad
mulai melakukan penyebaran Islam secara terbuka kepada masyarakat Mekkah,
respon yang ia terima sangat keras dan masif, ini disebabkan karena ajaran
Islam yang dibawa olehnya bertentangan dengan apa yang sudah menjadi budaya dan
pola pikir masyarakat Mekkah saat itu. Pemimpin Mekkah Abu Jahal menyatakan
bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah,
akibat penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan
kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin Quraisy yang menentangnya, Muhammad
dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan, dan
dikucilkan dari pergaulan masyarakat Mekkah.
Walau
mendapat perlakuan tersebut, ia tetap mendapatkan pengikut dalam jumlah besar,
para pengikutnya ini kemudian menyebarkan ajarannya melalui perdagangan ke
negeri Syam, Persia, dan kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang
penasaran dan tertarik kemudian datang ke Mekkah dan Madinah untuk mendengar
langsung dari Muhammad, penampilan dan kepribadiannya yang sudah terkenal baik
memudahkannya untuk mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih
besar. Hal ini menjadi semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan sejumlah besar
tokoh petinggi suku Quraisy lainnya memutuskan untuk memeluk ajaran islam,
meskipun banyak juga yang menjadi antipati mengingat saat itu sentimen kesukuan
sangat besar di Mekkah dan Medinah. Tercatat pula Muhammad mendapatkan banyak
pengikut dari negeri Farsi (sekarang Iran), salah satu yang tercatat adalah
Salman al-Farisi, seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat
Muhammad.
Penyiksaan
yang dialami hampir seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong lahirnya
gagasan untuk berhijrah (pindah) ke Habsyah (sekarang Ethiopia). Negus atau
raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan
melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun
622 hijrah ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah
Utara Mekkah.
·
Bagaimana
tanggapan orang-orang Quraisy?
Orang-orang quraisy
marah dan melarang penyiaran islam bahkan nyawa Rasul terancam. Nabi beserta
sahabatnya semakin kuat dan tangguh tantangan dan hambatan dihadapi dengan
tabah serta sabar walaupun ejekan, cacian, olok-olokan dan tertawaan,
menjelek-jelekkan, melawan al-Qur’an dan memberikan tawaran bergantian dalam
penyembahan.
Dakwah secara terangan
ini walaupun banyak tantangan banyak yang masuk Agama Islam dan untuk penyiaran
Islam Nabi SAW ke Habasyah (Etiopia),Thaif, dan Yatsrib (Madinah). Sehingga Islam
meluas dan banyak pengikutnya.
Pada masa kerasulan
Nabi Muhammad SAW th ke 10 pada saat “Amul Khuzni”artinya tahun duka cita yaitu
Abu Thalib (pamannya wafat) dan siti Khadijah (istri nabi juga wafat) serta
umat Islam pada sengsara. Ditengah kesedihan ini Nabi Muhammad dijemput oleh
Malaikat Jibril untuk Isra’ Mi’raj yaitu sebuah perjalanan dari masjidil Aqsha
ke Masjidil Haram dan dari Masjidil Haram menuju ke Sidratul Muntaha untuk
menghadap Allah SWT untuk menerima perintah shalat lima waktu.
Pada tahun ke-10
kenabian, nabi muhammad, nabi muhammad SAW melakukan isra Mi’raj.
Isra Mi’raj adalah dua
bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam
saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam,
karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat
perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.
Isra Mi’raj terjadi
pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj
terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M.
Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab
tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer.
Namun demikian, Syaikh
Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena
Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian,
yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima
waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra
Mi’raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui
secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi’raj.
Peristiwa Isra Mi’raj
terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu
Alaihi wa Sallam “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga
Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai
ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat
perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.
·
Mukjizat
Artikel utama untuk
bagian ini adalah: Mukjizat Muhammad
Seperti nabi dan rasul
sebelumnya, Muhammad diberikan irhasat (pertanda) akan datangnya seorang nabi,
seperti yang diyakini oleh umat Muslim telah dikisahkan dalam beberapan kitab
suci agama samawi, dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa di dalam
kandungan, masa kecil dan remaja. Muhammad diyakini diberikan mukjizat selama
kenabiannya.
Umat Muslim meyakini
bahwa Mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur'an, yaitu kitab suci umat Islam.
Hal ini disebabkan karena kebudayaan Arab pada masa itu yang masih barbar dan
tidak mengenal peradaban, namun oleh Al-Qur'an hal itu berubah total karena
Qur'an membawa banyak peraturan keras yang menegakkan dasar-dasar nilai budaya
baru di dunia Arab yang sebelumnya tidak berperadaban serta mengeliminasi
akar-akar kejahatan sosial yang mengakar di dunia Arab, serta pada masa yang
lebih dekat mengantarkan pemeluknya meraih tingkat perabadan tertinggi di dunia
pada masanya.
Mukjizat lain yang
tercatat dan diyakini secara luas oleh umat Islam adalah terbelahnya bulan,
perjalanan Isra dan Mi'raj dari Madinah menuju Yerusalem dalam waktu yang
sangat singkat. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasan serta
kepribadiannya yang banyak dipuji serta menjadi panutan para pemeluk Islam
hingga saat ini.
·
Rasulullah
SAW sebagai Uswatun Hasanah
Uswatun
Hasanah artinya teladan yang baik. Panutan dan teladan umat Islam adalah Nabi
Muhammad SAW. seorang laki-laki pilihan Allah SWT yang diutus untuk
menyampaikan ajaran yang benar yaitu Agama Islam. Oleh sebab itu, kita sebagai muslim
harus meniru dan mencontoh kepribadian beliau. Sebagaimana Firman Allah SWT
dalam QS Al Ahzab ayat 21 yang berbunyi:
Artinya”Sesungguhnya
telah ada pada diri Rasulullah SAW suri teladan yang baik bagimu bagi orang
yang mengharap rahmat Allah SWT dan hari kiamat dan dia banyak menyebut
Allah.(QS Al Ahzab:21).
Untuk
dapat meneladani Rasulullah SAW harus banyak belajar dari Al-Qur’an dan Al
Hadits. Sebagai salah satu contoh saja yaitu tentang kejujuran dan amanah atau
dapat dipercayanya nabi Muhammad SAW.
·
Sifat
Rasulullah SAW
Rasulullah SAW
mempunyai sifat yang baik yaitu:
1). Siddiq
Siddiq artinya jujur
dan sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat bohong (kidzib) Rasulullah sangat
jujur baik dalam pekerjaan maupun perkataannya. Apa yang dikatakan dan
disampaikan serta yang diperbuat adalah benar dan tidak bohong. Karena akhlak
Rasulullah adalah cerminan dari perintah Allah SWT.
2). Amanah
Amanah artinya dapat
dipercaya. Sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat Khianat atau tidak dapat
dipercaya. Rasulullah tidak berbuat yang melanggar aturan Allah SWT. Rasulullah
taat kepada Allah SWT. Dan dalam membawakan risalah sesuai dengan petunjuk
Allah SWT tidak mengadakan penghianatan terhadap Allah SWT maupun kepada
umatnya.
3).
Tabligh
Tabligh
artinya menyampaikan. Rasulullah sangat tidak mungkin untuk menyembunyikan
(kitman). Setiap wahyu dari Allah disampaikan kepada umatnya tidak ada yang
ditutup- tutupi atau disembunyikan walaupun yang disampaikan itu pahit dan
bertentangan dengan tradisi orang kafir. Rasulullah menyampaikan risalah secara
sempurna sesuai dengan perintah Allah SWT.
4).
Fathonah
Fathonah
artinya cerdas. Sangat tidak mungkin Rasul bersifat baladah atau bodoh. Para
Rasul semuanya cerdas sehingga dapat menyampaikan wahyu yang telah diterima
dari Allah SWT. Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT maka sangat tidak
mungkin Rasul itu bodoh. Apabila bodoh bagaimana bisa menyampaikan wahyu Allah.
·
Haji
Wada’ Rasulullah SAW
Pada
tahun 10 H, nabi Muhammad SAW melaksanakan haji yang terakhir yautu haji wada’.
Sekitar 100 ribu jamaah yang turut serta dalam ibadah haji bersama beliau. Pada
saat wukuf di arafah Nabi SAW menyampaikan khutbahnya dihadapan umatnya yaitu
yang berisi pelarangan melaksanakan penumpahan darah kecuali dengan cara yang
benar, melarang mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak benar,
melarang makan makanan yang riba dan menganiaya, hamba sahaya harus
diperlakukan dengan baik, dan umatnya supaya berpegang teguh dengan Al Qur’an
dan sunah Nabi SAW.
Dalam surat Al Maidah
ayat 3 telah diungkapkan bahwa:
Artinya: “ Pada hari
ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan sungguh telah Aku cukupkan
nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” (Q.S. Al Maidah
(5) : 3).
Ayat ini menjelaskan
bahwa dakwah nabi Muhammad SAW telah sempurna. Nabi Muhammad SAW dakwah selama
23 tahun. Pada suatu hari beliau merasa kurang enak badan, badan beliau semakin
tambah melemah, beliau menunjuk Abu Bakar sebagai imam pengganti beliau dalam
shalat. Pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah beliu wafat dalam usia
63 tahun.
·
Nabi
Muhammad SAW Rahmatan Lil ‘Alamin
Nabi Muhammad SAW
adalah nabi akhiruzzaman yaitu nabi yang terakhir di dunia ini. Maka setelah
nabi Muhammad Saw tidak ada nabi lagi di dunia ini. Allah SWT mengutus nabi
Muhammad SAW sebagai rahmatan lil ‘Alamin yaitu untuk semua manusia dan bangsa.
Nabi Muhammad Saw diutus untuk memberikan bimbingan kepada manusia agar
menjalani hidup yang benar sehingga dapat memperoleh kebahagiaan di dunia
maupun di akherat.
·
Misi
Nabi Muhammad SAW
Misi yang dibawa nabi
Muhammad SAW adalah cerminan atau panutan bagi seluruh umat manusia yaitu
sebagai berikut:
a. Menyiarkan agama
Islam
Islam disiarkan atau
didakwahkan Rasulullah SAW secara sempurna terhadap umat manusia yaitu selama
23 tahun.
b. Menyampaikan wahyu
Allah SWT
Wahyu Allah SWT yaitu
berupa Al Qur’an. Al Qur’an ini di dakwahkan kepada umat manusia dan bangsa
sebagai pedoman hidup.
c.
Menyampaikan kabar gembira dan peringatan kepada umat manusia
d. Menyempurnakan
akhlak yaitu akhlak Qurani
Misi nabi Muhammad SAW
tidak hanya dikalangan kaum tertentu saja akan tetapi Rasulullah SAW diutus
untuk seluruh kaum dan bangsa dan ajarannya berlaku untuk seluruh umat manusia
sepanjang masa.







0 komentar:
Posting Komentar